Saya kira judul di atas sudah mewakilkan apa yang ingin saya tuliskan di sini. Nggak, nggak, saya kali ini gak pakai judul-judul hasil dari penyatuan beberapa kata dengan makna ganda, kali ini benar-benar karena saya sudah gak tau lagi mau pakai judul apa, HAHAHA.
Showing posts with label Teacher's Life. Show all posts
Showing posts with label Teacher's Life. Show all posts
Wednesday, 7 February 2018
Wednesday, 31 January 2018
Bu, Bagaimana Caranya Mengusir Ular?
Kisah kali ini masih dengan seorang anak yang sebelumnya meminta truk kepada Yang Maha Kuasa, juga pernah bercita-cita menjadi Sang Pencipta. Seperti biasa, materi yang berat-berat selalu disampaikan oleh guru yang lebih senior, kali ini mengenai siksa kubur. Kebayang kan kalau saya yang menyampaikan bakal jadi seperti apa? 🤣
Tuesday, 30 January 2018
Boleh Gak Minta Truk Sama Allah?
Masih dengan seorang anak yang bercita-cita menjadi Tuhan. Kali ini temanya adalah tentang bagaimana kekuatan doa dapat menampung segala macam keluh kesah dari manusia-manusia yang sejatinya tidak akan pernah merasa cukup. HAHA APAAN LEBAY PISAN. Materi kali ini adalah tentang, jika menginginkan sesuatu maka berdoalah. Kali ini yang membawakan materi tentunya guru yang lebih senior.
Sunday, 28 January 2018
Lagi-lagi Dipermalukan Anak Kecil
Kali
ini bukan kisah yang membuat saya tepok jidat, namun, lagi-lagi, masih
mengenai tingkah laku anak-anak yang terkadang membuat saya sebagai
orang dewasa, malu. Malu terhadap diri sendiri, semakin tua, semakin
sempit jatah hidup, semakin hanya memikirkan diri sendiri.
Sunday, 21 January 2018
Kalau Gak Mandi Jadi Teman Setan?
Cerita ini terjadi baru-baru ini, beberapa hari yang lalu, lah. Kali ini saya diamanatkan untuk membawakan materi dengan tema 'Thaharah' atau 'Bersuci', pelajaran kelas 1 SD, bisa dibayangkan para peserta studium general saya kali ini seperti apa. Mulailah saya membawakan materi pelajaran dengan membaca kalimat demi kalimat secara bergantian dengan mereka.
Saturday, 20 January 2018
Anak yang Bercita-cita Menjadi Tuhan
Kisah ini terjadi sekitar satu tahun yang lalu, saat itu baru beberapa hari saya menjadi guru untuk anak-anak ini. Namanya juga guru baru, terutama jika siswanya adalah anak-anak usia dini, tentunya harus menguasai teknik-teknik PDKT, dong. Salah satunya adalah dengan banyak melemparkan pertanyaan yang umum, tentang cita-cita, misalnya. Murid saya di kelas ini beragam, yang paling kecil berusia belum genap tiga tahun. Sampai yang paling besar berusia kisaran kelas 4 SD.
Monday, 13 March 2017
Belajar Dari Kecemburuan
Hari ini, tidak seperti biasanya, Azzam (3 thn) menangis setelah berebut tempat pensil dengan Arga (4 thn), yang mana kejadiannya sama sekali tidak saya saksikan. Saat itu saya terlalu fokus 'menjinakkan' Attar (3 thn) yang entah mengapa hari ini sangat sulit settle. Azzam adalah tipikal anak yang lebih mandiri dan pendiam, dibandingkan Attar yang memang perlu pengawasan lebih ketat karena ia lebih suka bergerak. Meskipun keduanya (dan semua murid di kelas) tetap saya awasi satu per satu.
Friday, 3 February 2017
Terima Kasih Paling Tulus
Malam ini aku menemukan hal baru, yang jarang dijumpai zaman sekarang, saat kepalsuan tengah marak menjadi suatu kebutuhan.
Di mana ulas senyum menyembunyikan deretan benci di baliknya.
Di mana maaf tak lagi berat diucapkan.
Di mana lara tak lagi tersembunyi.
Di mana canda tawa terlalu dibuat-buat.
Di mana terima kasih diungkapkan dengan cara berbeda.
Wednesday, 1 February 2017
Menanamkan Ketahanan Pangan Sejak Dini
Menanamkan prinsip ketahanan pangan
dapat dilakukan semenjak dini. Sekolah merupakan salah satu wadah yang dapat
berperan dalam mengenalkan nilai-nilai ketahanan pangan, minimal untuk skala
rumah tangga. Sebagai masyarakat yang tinggal di perkotaan tentunya tidak mudah
menemukan lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, di tengah-tengah
maraknya kenaikan harga bahan pangan dan cuaca yang tidak menentu, yang kian
hari semakin menuntut masyarakat untuk mandiri dalam menghadapinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
