Showing posts with label #PosCintaTribu7e. Show all posts
Showing posts with label #PosCintaTribu7e. Show all posts

Wednesday, 31 January 2018

Izinkan Aku Mengenalmu

Untuk: Om Em.

Hai Om, apa kabar? Bagaimana di sana? Aku yakin Om pasti baik-baik saja.
Aku memang belum mengenalmu, sama sekali.
Tapi, izinkan aku mengucapkan terima kasih.
Selama ini aku hanya berlindung di balik layar ponselku, mengintip #30HariMenulisSuratCinta yang dihelat sedemikian meriah setiap tahunnya.
Tahun ini, aku mulai berani muncul melalui tuts laptopku, ikut dalam kemeriahan #PosCintaTribu7e.
Aku tahu aku terlambat, tidak sempat mengenalmu, Om Em.

Monday, 13 February 2017

Kembali Pada Satu Nama

Untuk: Yang masih tertinggal.

Hai, apa kabar? Tidak perlu dijawab, aku tahu kamu baik-baik saja.

Maafkan kedatanganku hari ini, yang berusaha menerobos masuk kembali seperti bertahun-tahun lalu.
Hatiku dingin, telah melewati tahun-tahun yang berangin.
Alasanku? Namamu. Yang masih terukir beku dalam relungku.
Bagaimana tidak? Lima tahun telah berlalu, meninggalkan aku yang masih membisu.

Sunday, 12 February 2017

Catatan Kecil Si Anak Pertama

Kepada: Ayah dan Mamah tercinta.

Ini bukan perihal keindahan fisik dan keberanian yang aku bawa darimu, Mamah.
Bukan lagi perihal kecintaanku terhadap kopi, bersin yang menggelegar, dan buruknya tulisan tangan yang aku bawa darimu, Ayah.
Ini perihal bagaimana kalian membentuk diriku sekuat ini.

Saturday, 11 February 2017

Kehangatan Itu Bernama Toleransi

Kepada: Sahabat-sahabatku di Barat Indonesia

Februari ini tepat 3 tahun kita mengukir memori di antara debur ombak Pulau Pramuka. 30 hari, yang dilebih-lebihkan, tinggal bersama kalian aku belajar apa itu toleransi yang sesungguhnya. Teori yang telah aku dapatkan di bangku sekolah selama bertahun-tahun, kini dapat aku pahami seutuhnya.

Friday, 10 February 2017

Laki-laki Hari Jumat

Jumat pertama, tepat satu tahun yang lalu. Dalam kegelapan malam, hanya pantulan kotak bening berbingkai hitam yang dapat aku tangkap dari wajahmu. Tidak ada hasrat yang berdesir. Hanya ketidaksengajaan. Kau teracuh begitu saja.

Berpuluh Jumat berlalu. Datang suatu Jumat cerah di bulan Juli, kali ini berbeda. Kacamata berbingkai hitam itu tidak lagi biasa. Ia bernyawa.

Thursday, 9 February 2017

Kakak Penakluk Zombie

Untukmu, Adik-adikku.

Aku memang tidak seperti kakak yang lain, yang selalu memenuhi apa yang tidak dipenuhi oleh Ayah Ibu kepada kalian.
Bukan, bukan aku tidak mau. Bukan juga tidak bisa. Aku hanya ingin kalian mampu bertopang pada bahu kalian sendiri, sehingga jika nanti Ayah Ibu telah tiada, kita dapat saling bahu membahu mempertahankan apa yang telah dibangun oleh mereka selama ini.

Wednesday, 8 February 2017

Empat Agen Rahasia

Hai, Kucing Hutan-ku.
Sederhana. Kita dipersatukan oleh ketidakwarasan yang sama.
Bukan dari seberapa banyak kesamaan yang kita miliki.
Bukan dari seberapa sering kita hang out di tempat-tempat mewah.
Kita memang punya dunia kita masing-masing, tapi entah mengapa, kita selalu berpulang pada rumah yang sama.