Kisah kali ini masih dengan seorang anak yang sebelumnya meminta truk kepada Yang Maha Kuasa, juga pernah bercita-cita menjadi Sang Pencipta. Seperti biasa, materi yang berat-berat selalu disampaikan oleh guru yang lebih senior, kali ini mengenai siksa kubur. Kebayang kan kalau saya yang menyampaikan bakal jadi seperti apa? 🤣
Wednesday, 31 January 2018
Izinkan Aku Mengenalmu
Untuk: Om Em.
Hai Om, apa kabar? Bagaimana di sana? Aku yakin Om pasti baik-baik saja.
Aku memang belum mengenalmu, sama sekali.
Tapi, izinkan aku mengucapkan terima kasih.
Selama ini aku hanya berlindung di balik layar ponselku, mengintip #30HariMenulisSuratCinta yang dihelat sedemikian meriah setiap tahunnya.
Tahun ini, aku mulai berani muncul melalui tuts laptopku, ikut dalam kemeriahan #PosCintaTribu7e.
Aku tahu aku terlambat, tidak sempat mengenalmu, Om Em.
Tuesday, 30 January 2018
Boleh Gak Minta Truk Sama Allah?
Masih dengan seorang anak yang bercita-cita menjadi Tuhan. Kali ini temanya adalah tentang bagaimana kekuatan doa dapat menampung segala macam keluh kesah dari manusia-manusia yang sejatinya tidak akan pernah merasa cukup. HAHA APAAN LEBAY PISAN. Materi kali ini adalah tentang, jika menginginkan sesuatu maka berdoalah. Kali ini yang membawakan materi tentunya guru yang lebih senior.
Monday, 29 January 2018
Tua Itu...... Pilihan
Jadi gini, di tempat saya bekerja, tersebutlah seorang pegawai perawatan elektrik dan mekanik. Namanya Bapak Sholeh, orang-orang memanggil beliau Opa, karena cucunya ada yang sekolah di sini. Tapi teman-teman maintenance di sini memanggil beliau Babeh, mungkin biar lebih akrab. Saya sendiri awalnya memanggil beliau dengan sebutan "Pak", tapi lama kelamaan ikut-ikutan manggil Babeh, jadi selanjutnya beliau akan saya sebut Babeh.
Sunday, 28 January 2018
Lagi-lagi Dipermalukan Anak Kecil
Kali
ini bukan kisah yang membuat saya tepok jidat, namun, lagi-lagi, masih
mengenai tingkah laku anak-anak yang terkadang membuat saya sebagai
orang dewasa, malu. Malu terhadap diri sendiri, semakin tua, semakin
sempit jatah hidup, semakin hanya memikirkan diri sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)